dunia rumpiku

Monday, August 14, 2006

Andai aku jadi bintang.....

Malam kayak begini, enaknya mengkhayal apa aja yang mungkin engga semua akan bisa terwujud... Entah mau mengkhayal sesuatu yang manis ataupun yang fantatis. Ketika aku menulis judul tulisan nipun aku sudah mulai berkhayal, khayalan engga ada ujung ceritanya...

Khayalan sudah menjadi bagian dari diriku pada setiap malam yang sunyi sepi begini. Kadang membuatku tersenyum...kadang pula membuatku terisak tanpa sadar. Dan tentu khayalan menjadi bintang adalah khayalan yang selalu menemaniku sejak aku mulai mengerti apa itu mimpi.

Sejak kecil aku punya khayalan menjadi bintang....yang bagi setiap orang itu hal yang terlalu tinggi untuk aku raih. Ketika ku kecil, bintang yang ingin ku raih bukanlah bintang yang diatas panggung...akan tetapi bintang kejora yang kata orang sangat indah cahaya, melebihi berjuta-juta bintang yang bertaburan di atas langit...yang tentu aja membuat orang di sekitarku tertawa... Tapi ya...itulah impian seorang gadis cilik yang belum mengenyam banyak ilmu. Impian simpel yang tak mungkin terwujudkan, bahkan mengundang tawaan, yang tentu saja membuat aku sedih dan kecewa...

Tetapi ketika aku mulai menangis, mama dan papa selalu meghibur, kalau aku tak dapat meraih bintang kejora, mengapa bukan aku saja yang menjadi bintang... Dan itu aku wujudkan dengan kreativitasku, dengan kegemaranku mengerjakan pekerjaan tangan, sehingga semasa aku kecil, aku menjadi bintang di setiap lomba ketrampilan tangan baik di sekolah maupun di gereja serta di lingkungan tempt tinggalku. Sayangnya...saat itu aku tidak pernah mendapat wujud penghargaan yang bisa dibingkai manis, kecuali hadiah-hadiah yang cukup menghibur gadis kecil seusiaku.

Ketika aku mulai meningkat remaja, aku ingin mengembangkan ambisiku mejadi bintang lain, namun tentu tak sesimpel menjadi bintang ketika masa kanak-kanak. Dengan keyakinan memiliki pesona yang berbeda...aku ingin menjadi bintang di atas panggung. Dan dengan tekad dan kemauan yang keras aku berusaha untuk mengikuti pemilihan aneka gelar keputrian.

Dan ketika aku mulai berhasil meraih beberapa penghargaan yang nyata, ternyata malah menjadi boomerang bagiku, karena piala-piala itu bukan membuat mama bahagia, melainkan sangat berang... Dengan hati sedih, terpaksa aku rontokan piala-piala itu, dan aku simpan di dalam karton Supermie di bawah tempat tidurku... Oh, ternyata tak mudah perjalanan ke atas untuk menyatu dengan bintang yang lain.

Tetapi paling tidak, papa menghiburku dengan kata-kata yang lembut ditelingaku, dia berbisik...'Non..., kamu tak harus menjadi bintang untuk dilihat orang banyak, biarlah kamu hanya menjadi bintang kejora milik papa dan keluarga...' Dan akupun terisak dalam pelukannya. Oh..andai aku jadi bintang bintang di atas panggung, tentu aku tak punya banyak waktu untuk bertemu dengan keluargaku, apalagi untuk papa, yang jarang berada di rumah.

Ketika aku menjadi dewasa, keinginan menjadi bintang tetap selalu menggelitik hatiku, tapi masih teringat dengan peristiwa lama, aku ingin menjadi bintang yang lain lagi. Tetapi kenyataannya...tak pernah lagi ada kesempatan untuk meraih bintang. Jarak itu semakin jauh, dan aku semakin terpuruk pada tanah yang aku pijak. Dengan beribu hasrat yang ada, aku hanya sanggup melamun, mengimpikan kesempatan untuk meraih bintang kejoraku.

Sayangnya, semakin aku menunggu waktu yang tepat untuk menjadi bintang, semakin banyak bintang pilihan baru bermunculan, dan aku semakin bertambah usia....tersudut dalam pelukan emosi yang tak pernah terekspresikan. Aku semakin gontai dan terduduk di penantian yang tak pernah berakhir...

Tapi aku tak pernah menyesali takdir, walaupun aku tak terwujud sebagai bintang yang bisa dilihat orang banyak, tapi aku tetap bangga...karena aku adalah bintang untuk keluargaku dan bintang kejora milik papa. Dan itu sangat lebih berarti...

Oh, andai aku jadi bintang.....
tentu aku tak punya banyak waktu untuk keluargaku...

Oh, andai aku jadi bintang.....
tentu aku tak punya banyak waktu untuk sahabatku...

Oh, andai aku jadi bintang.....
tentu aku tak punya banyak waktu untuk hobbyku...

Oh, andai aku jadi bintang.....
......................................................................................

2 Comments:

  • At 6:34 PM, Blogger Vivi Schlueter said…

    allow fanny..lam kenal dr Dortmund

     
  • At 2:55 AM, Blogger favefly said…

    hallo vivi...., salam kenal balik dari Bremen... senang punya kenalan baru dari Dortmund...

     

Post a Comment

<< Home