Siapakah aku?
Aku bukanlah seorang artis, tidak juga terdaftar dalam deretan nama-nama tokoh ataupun selebriti dunia. Tapi aku, adalah makhluk yang cukup manis untuk dipandang dan cukup laris di media pergosipan, entah itu gosip dunia maupun akherat he..he..he...
Aku termasuk golongan cameleon, karena selalu berubah mengikuti 'mood' yang suka naik turun.....(bis dan strassenbahn), tapi bukan berarti aku makhluk yang tidak berpendirian lho.
Tetapi sejatinya aku adalah makhluk bergender asli betina, asli keturunan manusia, yang dilahirkan di Surabaya, Indonesia Raya. Ketika aku dilahirkan orang tuaku memberi nama yang cukup keren, yaitu: Fanny Veronica, dan dijamin keasliannya karena ada tertulis di akte kelahiran yang dikeluarkan oleh kantor catatan sipil Surabaya.
Setelah aku dibesarkan oleh orang tuaku, mulailah aku hidup mengembara, belajar mengenal dunia lebih luas, dan aku menjalaninya sendiri baik manis maupun pahitnya. Tak terasa bertahun sudah perjalananku yang penuh deru debu di jalan berliku, menapaki hidup setahap demi setahap, sampai akhirnya aku mendamparkan diri di kota Bremen, Jerman. Kota yang penuh dengan kenangan manis dan getir, kota kenangan yang tak akan pernah terhapus dalam hidupku, kota yang mengukirkan namaku dalam dunia pergosipan yang kadang menggelikan dan tak jarang menyakitkan.
Betapa betahnya aku tinggal di kota ini, bukan berarti aku melupakan kota Surabaya, kota kelahiranku, dimana aku pertama kali menghirup segarnya oksigen dunia, dimana aku dibesarkan dan bertumbuh menjadi dewasa, dan kota yang penuh dengan sejuta romansa. Banyak kejutan dunia untukku di sana, demikian kejutan dariku untuk sekelilingku.Memang, aku adalah manusia yang tak pernah lepas dari kejutan.
Kalau orang yang tak mengenal aku, mereka akan berprasangka yang aneh tentang aku. Justru keanehanku di mata mereka inilah yang membuat aku jadi selalu beda dengan yang lain. Tapi aku adalah aku, yang sering membuat orang pusing tujuh keliling, menebak dan menduga tentang aku. Sedang akunya.....asyik melenggang kangkung, cuek dengan dengungan 'berita BIRAHI' hi..hi..hi....maksudnya berita BIkin daRAH tinggI, alias beritanya bikin naik darah!!!
Ada kalanya aku sedih mendengar berita yang menyakitkan, tapi sering juga aku menikmati berita-berita itu, asyik dan ehhhhmmmmm................ menggelikan!!! Seakan mereka yang dluar sana lebih tahu tentang aku daripada diriku sendiri. Ataukah mereka merasa bahwa mereka adalah TUHAN yang memberi aku hidup?!? Masa bodoh, ahhh!!!!
Untungnya di saat aku diombang-ambingkan berita yang membuatku geger dan termasyur, aku selalu diberi dukungan oleh orang-orang yang mencintai aku, menyayangi aku dan menguatkan aku. Selalu saja ada manusia lain yang bersedia memberikan pundaknya untuk aku bersandar, merengkuhku dalam pelukkannya sehingga membuatku merasa nyaman dan aman. Sehingga aku merasa bahwa diriku masih sangat beruntung, karena dalam sakitku, masih saja ada tempat untuk berlindung.
Untuk sejauh ini, biarlah khalayak mengenalku sebagai FANNY, terserah Fanny yang kayak apa, dan siapa saja yang berperan dalam hidupku??? Cukup aku dan Tuhan yang tahu, bukan aku tidak meng'ARTI'kan mereka, tapi aku tak mau semua akan buruk berimbas kepada mereka. Aku akan tetap membanggakan mereka yang berperan dalam hidupku, dan mereka akan selalu mempunyai kehormatan selalu aku sanjung.
Ya, memang aku adalah manusia yang penuh misteri dan teka teki, yang selalu membuat orang tak berhenti mengupas dan menguliti lapis demi lapis tentang aku. Tapi mereka tak akan pernah menemui jati diriku yang sebenarnya, kecuali aku, seorang perempuan Indonesia yang bernama Fanny.
Aku termasuk golongan cameleon, karena selalu berubah mengikuti 'mood' yang suka naik turun.....(bis dan strassenbahn), tapi bukan berarti aku makhluk yang tidak berpendirian lho.
Tetapi sejatinya aku adalah makhluk bergender asli betina, asli keturunan manusia, yang dilahirkan di Surabaya, Indonesia Raya. Ketika aku dilahirkan orang tuaku memberi nama yang cukup keren, yaitu: Fanny Veronica, dan dijamin keasliannya karena ada tertulis di akte kelahiran yang dikeluarkan oleh kantor catatan sipil Surabaya.
Setelah aku dibesarkan oleh orang tuaku, mulailah aku hidup mengembara, belajar mengenal dunia lebih luas, dan aku menjalaninya sendiri baik manis maupun pahitnya. Tak terasa bertahun sudah perjalananku yang penuh deru debu di jalan berliku, menapaki hidup setahap demi setahap, sampai akhirnya aku mendamparkan diri di kota Bremen, Jerman. Kota yang penuh dengan kenangan manis dan getir, kota kenangan yang tak akan pernah terhapus dalam hidupku, kota yang mengukirkan namaku dalam dunia pergosipan yang kadang menggelikan dan tak jarang menyakitkan.
Betapa betahnya aku tinggal di kota ini, bukan berarti aku melupakan kota Surabaya, kota kelahiranku, dimana aku pertama kali menghirup segarnya oksigen dunia, dimana aku dibesarkan dan bertumbuh menjadi dewasa, dan kota yang penuh dengan sejuta romansa. Banyak kejutan dunia untukku di sana, demikian kejutan dariku untuk sekelilingku.Memang, aku adalah manusia yang tak pernah lepas dari kejutan.
Kalau orang yang tak mengenal aku, mereka akan berprasangka yang aneh tentang aku. Justru keanehanku di mata mereka inilah yang membuat aku jadi selalu beda dengan yang lain. Tapi aku adalah aku, yang sering membuat orang pusing tujuh keliling, menebak dan menduga tentang aku. Sedang akunya.....asyik melenggang kangkung, cuek dengan dengungan 'berita BIRAHI' hi..hi..hi....maksudnya berita BIkin daRAH tinggI, alias beritanya bikin naik darah!!!
Ada kalanya aku sedih mendengar berita yang menyakitkan, tapi sering juga aku menikmati berita-berita itu, asyik dan ehhhhmmmmm................ menggelikan!!! Seakan mereka yang dluar sana lebih tahu tentang aku daripada diriku sendiri. Ataukah mereka merasa bahwa mereka adalah TUHAN yang memberi aku hidup?!? Masa bodoh, ahhh!!!!
Untungnya di saat aku diombang-ambingkan berita yang membuatku geger dan termasyur, aku selalu diberi dukungan oleh orang-orang yang mencintai aku, menyayangi aku dan menguatkan aku. Selalu saja ada manusia lain yang bersedia memberikan pundaknya untuk aku bersandar, merengkuhku dalam pelukkannya sehingga membuatku merasa nyaman dan aman. Sehingga aku merasa bahwa diriku masih sangat beruntung, karena dalam sakitku, masih saja ada tempat untuk berlindung.
Untuk sejauh ini, biarlah khalayak mengenalku sebagai FANNY, terserah Fanny yang kayak apa, dan siapa saja yang berperan dalam hidupku??? Cukup aku dan Tuhan yang tahu, bukan aku tidak meng'ARTI'kan mereka, tapi aku tak mau semua akan buruk berimbas kepada mereka. Aku akan tetap membanggakan mereka yang berperan dalam hidupku, dan mereka akan selalu mempunyai kehormatan selalu aku sanjung.
Ya, memang aku adalah manusia yang penuh misteri dan teka teki, yang selalu membuat orang tak berhenti mengupas dan menguliti lapis demi lapis tentang aku. Tapi mereka tak akan pernah menemui jati diriku yang sebenarnya, kecuali aku, seorang perempuan Indonesia yang bernama Fanny.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home