dunia rumpiku

Wednesday, December 28, 2005

Aku dan duniaku

.....Ehem....duniaku, dunia gemerlap, dunia yang penuh tanda tanya bagi orang lain, tapi sederhana. Di satu waktu aku adalah wanita yang duduk tekun mempelajari berbagai bidang tanpa batas, di lain waktu aku adalah perempuan yang penuh dengan kebebasan. Aku menikmati setiap detik yang aku lakukan atas kemauanku sendiri, dan aku bukanlah perempuan yang selalu manggut-manggut saja. Ada kalanya aku adalah perempuan yang penurut, tapi sering juga berontak. Yang pasti, aku sering tenggelam dalam duniaku sendiri.

Seperti mata uang, aku juga punya dua sisi, ada sisi yang membuatku menjadi wanita yang lemah gemulai dan bersahaja, dan di sisi yang lain aku bisa buas bagaikan serigala yang beringas, tapi aku tidak brutal. Namun aku bukanlah manusia bermuka dua, dengan keseimbangan Yin dan Yang, aku menjadi perempuan yang punya nilai sendiri, kata orang sih.......

Oh duniaku yang gemerlap, penuh warna-warni penghias hidup, diantara kenyamanan hidup bebas berfantasi, penuh tawa dan pesona. Di mana aku dapat memanjakan diri dengan keriangan, namun juga tak lepas dari banyak usikkan yang menyakitkan dalam pergaulan. Dunia yang selalu dipertanyakan tentang baik buruknya moral para penikmatnya. Tapi ahhhhhh..., siapa yang peduli dengan tanda tanya besar didepan mata yang memandang. Toh aku hanya mau menikmati hidupku yang kata kerennya 'GAUL'. Selama aku tak menyinggung orang lain, siapa takut?!?

Aku menyukai dunia sosial dan budaya, dan aku juga tidak segan mempelajari bidang hukum. Walaupun aku tidak menapaki dunia pendidikan yang jauh tinggi, tapi kualitasku tak jauh lebih rendah dari mereka yang mempunyai sederetan titel, ehem. Ya....namanya juga bergaul, harus ada peraturan main yang perlu diketahui.

Dalam bidang sosial, aku lebih suka menjalankan dengan caraku sendiri. Aku bukanlah type orang yang suka mengumandangkan keberhasilanku diatas kerja keras orang lain. Aku lebih menikmati pendekatan langsung dengan mereka yang membutuhkan perhatian dan bantuan. Aku merasa lebih nyaman ketika aku bersentuhan dengan kaum papa dan hina secara langsung tanpa melibatkan banyak orang yang hanya mencari ketenaran lewat bantuan sosial yang buntutnya hanya mencari keuntungan. Memang kelihatannya sok idealis, tapi inilah caraku.

Tentang budaya, walaupun aku tak mengetahui berbagai jenis tarian ataupun bidang kesenian yang lain, tapi pokok utama yang aku tanamkan dalam diriku adalah menghargai budaya orang lain yang beragam. Bagiku, budaya adalah seni dan tradisi yang menyangkut hasil karya orang banyak untuk dikembangkan dan diperkenalkan kepada dunia. Dan tentu saja dalam keseharianku, aku juga berusaha memasukkan budaya bangsaku, contoh kecil: bersanggul dan menyelipkan batik atau kebaya. Aneh ya....., hidup di dunia yang modern tapi masih aja mempertahankan ketradisionalan. Aku bangga koq memperkenalkan budayaIndonesia pada banyak orang, contoh simple: memberi salam dan sebisa mungkin aku berkebaya dalam setiap acara, kalau itu memungkinkan.........tapi pernah koq aku berkebaya komplit dengan kain panjang, bersanggul cepol dan memakai selop ke acara ulang tahun yang ke 100 Perkumpulan Asia Timur (Ost Asiatischer Verein) di Park Hotel pada musim dingin. Lumayan menggigil sih pas pulangnya....abis mobilnya parkir agak jauh he..he..he...brrrrrrrrr!!!!!!! Emang benar kata orang, kalo mau tampil beda dan cantik harus mau tersiksa, tapi hasilnya........wouw, jelas aku jadi perhatian, karena lain darpada yang lain dan setiap mata memandang mengagumiku.....atau busanaku ya..??? Biarin, yang penting saat itu orang tahu.....oh itu toh yang namanya kebaya, busana nasional (tradisional) Indonesia.

Kalau masalah hukum, biar bandel begini aku ogah bertindak di luar jalur hukum. Aku selalu berusaha mentaati peraturan, walau sering juga sih melakukan pelanggaran kecil, kayak nyebrang jalan seenaknya. Tapi mungkin karena didikan orang tuaku yang sangat keras pada saat aku kecil, aku jadi selalu berpikir dulu sebelum bertindak. Tak jarang aku minta saran dan nasehat pada orang-orang terdekatku sebelum melakukan sesuatu. Walaupun aku tidak bermasalah, bukan berarti aku tidak perlu mempelajari tentang hukum. Kenapa sih? Koq kayaknya aku takut melanggar hukum??? He..he..he...., bukannya sok moralis, tapi takut karma aja. Bagiku, hidup sudah merupakan bagian dari hukum. Tanpa kita sadari, semua akan menjadi teratur dan harmonis apabila kita tidak mentaati hukum. Coba aja kalian lihat di jalan, kalau banyak yang melanggar hukum, pasti banyak terjadi kemacetan dan kecelakaan. Saat ini aku sedang mempelajari hukum hak asasi manusia perorangan dan hidup bersama dalam keluarga maupun sebagai warga negara dan sebagai warga asing di negeri orang. Ya.....walaupun aku tidak kuliah hukum, tapi khan tidak ada larangan bagi setiap orang untuk mempelajarinya secara otodidak. Tidak ada salahnya khan membuka mata lebar-lebar tentang hukum?

Nah, coba deh gabungkan antara dunia gemerlap, sosial, budaya dan hukum...., seperti apakah itu? Kalau kalian bisa mendapatkan jawabannya, berarti kalian mulai mengenal tentang AKU. Rumit ya......emang bener!!! Soalnya aku gampang-gampang sulit juga sih orangnya.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home